Straight-way

Month

November 2012

2 posts

Iseng-iseng berhadiah yang berpacu dg waktu

Hamparan sawah bagai permadani hijau menyelimuti pegunungan dan bukit-bukitnya, hutan rimbun bertabur kicau burung dan mata-mata tajam dari Sang Elang yang mengintip dari balik ranting meneduhkan ketika panas, lautan biru membentang megah menjadi nyawa kehidupan. Pulau-pulau tertata tak beraturan namun menyita perhatian bola mata telah melahirkan berbagai suku, ras, bahasa,  seni, dan budaya. Ramah tanda berbudaya menghangatkan bumi Indonesia, sungguh ingin selalu kuangkat kedua tanganku sambil memejam mata lalu mengucap syukur karena aku dilahirkan di negeri seribu pulau ini dengan berjuta senyum dan damai.

Sungguh ingin kujelajahi setiap lekuk keelokan negeri ini. Seperti negeri di atas awan yang pernah sekali kukunjungi bersama ayah. Kesempurnaan pemandangan indahnya seperti terus menyerukan namaku untuk kembali ke sana. Tempat para pekerja kulit hitam negeri ini menambang hasil bumi. Emas. Hatiku turut menari ketika helikopter yang kutumpangi menyajikan pemandangan megah nan menawan dari balik jendelanya. Aku seperti seekor capung yang terbang tinggi menghampiri awan yang menembus wajahku dingin di gunung Jayawijaya. Kemudian, kutemukan sebuah kehidupan manusia di balik awan itu. Kusaksikan sinar mentari memantulkan bayang-bayang awan di rerimbun pepohonan hutan di bawah sana. Sayang sekali, ini baru secuil pemandangan istimewa dari Indonesiaku. Tanahku bertabur pemandangan yang siap bergerilya memanjakan panca indera. 

Nov 4, 2012
Dia dan Kau

Panas terik membara seperti sebuah hati di siang biru,  rasa penasaran yang membimbing pada kebenaran namun sengsara membayang. Meski terkadang kesengsaraan lebih indah daripada tenggelam ke dasar kelam namun tetap lebih perih. Seperti rumah yang runtuh pondasinya, seperti gelas yang pecah dan tak dapat menyatu lagi karena bagian-bagiannya hilang, seperti benang putus yang meninggalkan bekas ketika disambungkan kembali. Itulah aku detik ini.

Hingga di esok hari yang masih biru, kutemukan seorang lelaki di lorong gedung kampus. Ia hadir menghampiriku dengan senyum dan baris-baris gigi mengintip dari bibirnya yang  semanis teh di pagi hari. Aaah, tapi tetap saja tak dapat merekahkan senyumku. Malah kusambut dengan kalut berbalut wajah semerawut. Hilang. Telah sirna rasa cinta dan harap seketika. Ketika aku dan para saksi bisu di ruang kotak ternyaman di bumi ini melihat rentetan kata dalam jejaring sosial yang diam-diam kubuka tanpa sepengetahuan Sang Pemilik. Kudapati beberapa kata yang meruntuhkan hati berpondasi, melenyapkan harap bagai pasir yang dihembuskan ke udara, melelehkan kristal-kristal air dari mata bagai air hujan di musim kemarau. Malam itu, pesan di dunia maya itu telah benar-benar membuatku tergetar, runtuh, dan tersungkur.

“Ras, mungkin kau akan menilaiku lelaki bangsat, tapi kali ini aku tidak peduli. Aku ingin kau bertemu dengan gadis ini. Kau, sahabatku, aku ingin kau membantuku menilainya.”

“Gila! Kerasukan apa kau, bung? Hm, lalu bagaimana hubunganmu dengan Kiena? Tega sekali.”

“Baru saja kusudahi. Gadis yang ingin kukenalkan ini, dia penyanyi baru di grup musikku. Saraya namanya. Beberapa bulan terakhir aku cukup dekat dan sering bertemu dengannya saat latihan. Aku terkejut, belum lama Ia bilang sayang padaku, Ras. Aku bingung. Di samping itu, aku memang sedang sangat jenuh dengan hubunganku yang sudah terlampau lama ini. Daripada aku lebih jauh menyakitinya, lebih baik aku sudahi saja hubungan kami.”

“Demi penyanyi baru yang baru kau kenal itu?? Halah! Terserahlah apa katamu. Kali ini saja aku ikut, hanya karena aku sahabatmu dan aku tidak mau ikut campur lebih jauh.”

Siang itu, si lelaki masih tersenyum meski disadarinya tatapan dingin dari dua buah mata lancip bak pisau-pisau yang siap menyayatnya.MasihIabersikap manis, seperti tak terjadi apa-apa, bahkan belum lewat dari seminggu ketika Ia mengakhiri hubungan kami tanpa sebab dan aku mengiyakan berharap yang terbaik. Kami berjalan berdampingan, langkah kami tak beraturan karena aku berjalan tak bertujuan dengan cepat sambil enggan melihatnya. Cepat sekali kuberjalan, hingga Ia menarik lenganku yang jauh lebih mungil dari tangan kekarnya setelah menyadari kejanggalan dari si gadis mungil bodoh ini. Aku tak bergeming, namun berjalan melambat, kuhampiri  sebuah kursi setengah lingkaran berwarna hijau sepasang dengan meja bulat hijau yang seragam dengan meja-meja dan kursi-kursi lainnya di sebuah kantin ramai, lengkap dengan kebulan asap rokok, serta ayam dan satai-satai yang sedang dibakar oleh para pedagang di masing-masing daerah kekuasaan.

Aku menunduk, tak tahan memendam luka, kristal-kristal air siap meleleh untuk kesekian kalinya setelah sepanjang malam bulan pun lelah menemani dalam diam. Raut wajah Sang Lelaki pun berubah, alis-alis tebalnya dikerutkan, matanya menatap dalam padaku terlihat jelas bahwa dua bola mata itu masih belum dapat menerka apa yang sedang dihadapinya. “Aku sudah tahu apa yang terjadi antara kita, kau, dan dia.” Ujarku lemah. Ia terkejut. Terlihat sekali Ia begitu salah tingkah mendegar pernyataan telak dariku barusan.

Kami terdiam. Aku semakin menunduk dalam, suaraku mengecil dan samar terdengar olehnya, tubuhku bergetar, tanganku terasa hangat digenggamnya namun segera kulepaskan seperti jijik disentuh oleh si lelaki. Kali ini aku tak kuasa menahan lelehan kristal-kristal air mata.MeskiIamengelak pada awalnya, namun waktu selalu mengungkapkan kebenaran di saat yang tepat. Ia mengiyakan.

Entah rasa takut kehilanganku, atau rasa puas dan lega karena pada akhirnya aku tahu, mungkin pula rasa penyesalan yang selalu telat datangnya sepertiku yang seringkali telat memasuki kelas hingga dosen wanita tua menyebalkan selalu menasehatiku panjang dan tak mengizinkanku masuk. Kali ini, aku berharap seandainya aku dapat memarahi lelakiku bak dosen tua menyebalkan itu dan tak mengizinkannya masuk kembali karena telah telat menyesal.

Mungkinkah penyesalanya suatu kebenaran? Atau malah pada akhirnya tak menyesali perbuatannya karena dapat bebas melangkah pada gadis manapun yang Ia suka. Ahh.. entahlah. Apa yang kulihat sekarang adalah Ia merengek bagai bocah kehausan, memintaku untuk memaafkan dan kembali. Gila! Sayatan yang telah dibuatnya bersama gadis berdada dan berbokong besar yang juga baru kukenal itu telah benar-benar membuat rasa percayaku tercabik-cabik, berdarah-darah, dan sangatlah perih. Puaskah kalian kini??

Kubiarkannya pergi, bersama si pelacur muda, mungkin itu kata yang pantas untuk gadis ini.MeskiIakini tetap merengek untuk bersamaku, aku memilih tak peduli, aku sangat siap beranjak dari hati dan jiwanya, aku siap  melangkah dengan rasa pincang hati. Memanglah bukan akhir yang baik seperti kisah romantis Putri Viona dan Shrek ataupun Bawang putih dan Sang Pangeran, namun inilah awal yang baik untuk menemukan yang terbaik.

Nov 4, 2012

October 2011

1 post

hilang

Aku diam dalam sunyi, memejamkan mata, kuhela nafas dalam.

Tersadar akan sebuah keraguan yang kian nyata.

Tuhan Yang Maha Membolak-balikan hati manusia telah menegurku, kurasa ini untuk yang kesekian kali, tapi aku tetap tidak beranjak dari balik nyamannya “selimut sutra.”

Harusnya.. aku pergi!

Diperlakukan bagai kain usang yang tak berarti tak punya hati.

tak ada arti baginya peluhku perjuangkannya, air mataku mengasihinya, cintaku pertahankannya. 

Semua hanya lelucon konyol untuk ditertawakan dan dihiraukan. Dibelakangku, mungkin.

Harusnya.. ia malu!

Mengucap janji atas nama Tuhan bahwa tidak ada lagi hati selain aku, ternyata?? 

Ooh.. Aku bersyukur, Tuhan menjawab keraguanku dengan nyata.

Hilang…….

Sekejap saja, Tuhan dapat menghilangkan rasa yakin itu. Perasaan yakin yang telah kubangun dan kupertahankan kokoh selama ini. Runtuh tak berpondasi..!

Hilang……

Sekejap saja, aku pun tidak sampai hati untuk meneteskan air mata, air mata untuk yang telah meruntuhkan keyakinanku?? haruskah?? Kurasa tidak perlu.

Kulihat ia memohon, menangis,dan menyesal mungkin.. 

Tapi akuu…. Hatiku tak bergeming, masih terasa perih. Lukanya terlalu dalam. 

Kucoba bangun kembali rasa yakin itu, tapi sulit. Pondasinya telah rapuh.

Diujung sana, ia inginku tidak pergi.

Hey! buktikan bahwa kau memang pantas untukku!

Hingga detik ini, aku hanya lihat bahwa kata-kata yang ia rangkai hanya pemanis bagi sebuah pil pahit. 

Ia pintaku tidak beranjak, tapi Ia tidak ulurkan tangannya padaku!

Layak kah aku yakini itu?!

Tuhan…. tunjukkanlah, aku harus apa?? 

Oct 10, 2011

June 2011

4 posts

melodi cinta sederhana

berjuta rasa kuungkapkan

dengan cinta dan sebuah harap.

berbagai cara tlah kulakukan,

agar hati kembali satu

Kau slalu beri harapan,

yang mengusik tidur malamku

kau bilang ini yg terbaik,

lalu mengapa aku menangis?

Haruskah.. 

aku terhenti untuk menunggu?

lelahku pertahankanmu

Haruskah..

ku jaga hati ini untukmu?

menanti lembar baru

sebuah kisah yg tlah usai,

kau buatku terhenti hanya untuk menunggu

sebuah cinta yg tlah berlalu,

akankah cintamu tetap sama seperti dulu?

melodi cinta sederhana

tentang rasa indah bersamamu

kasih, beri aku kepastian

agar dapat kubuka kisah baru

I made it, this morning loh! and kak resta helped me to arrange the melody. wohoooo!!! I can’t wait to hear this song, hahaha. Kak resta told me that he will ask his guitarist and vocalist to record this song for me. HIHIHIHI… Really… I can’t wait for this!

I made the lyrics based on my love life story! hehehehe ;)

~ XOXO ~

Jun 23, 2011
“I love to see you when you’re in the deep sleep, I love your eyes when you close them calmly, that’s nice baby.. I’m totally missing you :’)” —
Jun 23, 2011
Sebuah Kisah Untuk Cinta

Cinta…

Dalam benak kubertanya, apakah benar suatu cinta dapat abadi? Seperti cerita dongeng turun temurun dari nenek-kakek, ataupun kisah klise princess cantik di Disney.. Hampir semuanya memiliki kisah dengan akhir bahagia dan cinta mereka abadi selamanya. Hahaha… Come on —___—

Dapatkah sebenarnya kita temui yang seperti ini di kehidupan yang sangat nyata? Cinta yang murni tanpa embel-embel apapun itu. Langka mungkin.. Maka, saya ucapkan selamat bagi Anda yang juga memiliki kisah bahagia seperti Princess di Disney, karena itu mungkin saja sudah sangat langka. Saya tidak tau tepatnya. 

Sebuah kisah tentang seorang gadis dan lelaki yang mengikat janji dan berharap untuk bersama selamanya dalam waktu 5 tahun lagi. Waw! Gila… Hebat sekali kalau mereka dapat melalui itu tanpa rasa bosan atau apapun. Yah, tetapi yang terjadi, harapan hanya tinggal harapan, berbagai ujian dari Tuhan harus ditempuh.

2 tahun mereka tempuh bersama dan sangat saling mencintai, seperti dalam kisah dongeng, begitu indah meskipun mungkin mereka mengalami banyak ujian, tapi mereka bertahan. Nice, guys! Berbagi cerita, berbagi kaos dan ongkos, berbagi tawa dan sedih, berbagi tipu muslihat, bahkan berbagi Indomie dalam satu mangkok. Sungguh hubungan partner in crime yang sangat menyenangkan bagi keduanya.

Tapi, pada suatu hari…

Si gadis merasa gusar serta curiga, hal yang biasa dirasakan oleh pasangan kekasih yang telah menjalin hubungan cukup lama. Ia merasa si lelaki tidak lagi merasa bahagia dengannya. Ah… kenapa kau berpikir seperti itu wahai gadis?

Si gadis merasa bahwa kini mereka tak lagi sering berbagi. Berbagi cerita dan mimpi. Mungkinkah lelakinya sedang jenuh padanya? Si gadis terus bertanya-tanya, kini intensitas mereka berkurang, itu yang dirasakannya. Beberapa kali si gadis bertanya pada lelakinya, “Sayang, ada apa dengan dirimu? Pernahkah kau merasa jenuh padaku selama ini? ” si lelaki berpikir sejenak dalam diam dan Ia lontarkan kembali pertanyaan itu pada si gadis, kemudian Ia menjawabnya setelah si gadis yang terlebih dahulu menjawab bahwa Ia belum pernah merasa jenuh pada lelakinya, kemudian si lelaki juga menjawab demikian. Hmmm… Baiklah

Perasaan si gadis ini tidak hilang begitu saja. Ia ragu, apakah benar lelakinya tidak pernah jenuh padanya? Pada akhirnya Ia kembali mencoba untuk mengungkapkan prasaannya pada lelakinya. Ia bertanya, “Dapatkah kita memiliki waktu berkualitas untuk berbagi bersama seperti dahulu? Kau sibuk dengan urusanmu hingga lupa padaku. Aku tidak melarangmu untuk apapun, hanya ingin waktu berkualitas untuk berbagi.” Emosi pun mulai memainkan perannya. Si gadis dan lelakinya diam dalam emosi. Emosi yang dipendam dalam waktu. Gelisah pun menyeruak, si gadis tak tau dimana lelakinya saat itu. Ia menangis tanpa henti, awal minggu di bulan Juni yang diharapkan penuh kasih sayang dan mimpi, ternyata berubah menjadi tangis air mata. Berhari-hari si gadis menangis tanpa lelakinya.

Beruntunglah Ia memiliki sahabat-sahabat yang tulus dan mau berbagi tawa padanya. Bersyukurlah hei kau gadis…..!

Seminggu si gadis menunggu kekasihnya kembali, air mata dan ledakan emosi tak dapat diredam lagi. Waktu pun ikut memainkan perannya. Ia berharap lelakinya juga merindukan dirinya. Semoga saja…

Berbagai upaya dilakukan si gadis untuk membuat lelakinya bicara dan kembali. Membuatkannya makanan sederhana, mencarinya, menangisinya, menghubunginya. Semua itu hanyalah cara2 konyol yang pada akhirnya hanya menjadi rencana sampah yang tak berarti.

Meski begitu…. Tuhan sayang pada pasangan ini hingga Ia kembali mempertemukan mereka.

Emosi kembali memainkan perannya. Oh astaga… keadaan runyam. Lelakinya tak ingin lagi bersama si gadis, Ia berkata bahwa ia ingin fokus pada impiannya, sebuah mimpi yang luar biasa. Si gadis semakin tak kuat menahan air di matanya yang terus memaksa untuk mengalir. Salahkah permintaannya waktu itu? Sehingga ini jalan satu-satunya yang dapat dipilih? Si lelaki memilih berpisah tetapi juga memberikan harapan untuk tetap dapat bersama dan berbagi dalam 5 tahun lagi.

Hahahahaha… gadis bodoh, ayolah.. tak usah larut. Dunia yang sangat indah menantimu di depan sana. Si gadis kembali bertanya-tanya, “Masih layakkah aku berharap untuk memenuhi mimpi kami 5 tahun lagi? Perlukah aku menunggu sebuah kisah yang tak pasti? Benarkah lelakiku masih mengharapkan aku untuk menjadi putri dalam singgasana hidupnya? Pada siapa aku harus bertanya? Apa tidak cukup dukunganku untuk mimpinya selama ini? Tidakkah ia sadar itu??? Bukankah lelakiku dahulu membatasi hampir segala aktifitas dan pergaulanku? Mengapa ia begitu marah, padahal aku hanya meminta kualitas waktu untuk berbagi, bukan melarang-larangnya???”

Hey hey tenang…. kontrol emosimu.. santai saja,hey bodoh.

Mata si gadis menghitam karena kurang tidur, menangis, diam, melamun, nafsu makan pun hilang, menciumi foto,gambar,serta boneka pemberian lelakinya. Ia memeluki segala atribut dari si lelaki. Dasar gila -__-“

Kau benar-benar gadis bodoh.. mempertaruhkan kebahagiaan hanya untuk lelaki yang mungkin saja saat ini tidak sudi lagi memikirkanmu?! Dasar gila…. Hey, Tidakkah kau pernah belajar KETUHANAN sehingga lelakimu itu menjadi Tuhan dalam dirimu?? Ayolah… kemana Tuhanmu?? Bergantunglah pada-Nya sehingga sekeliling matamu tidak akan menghitam lagi…

Si gadis terdiam dalam lamunan, kembali berfikir dengan logikanya, membenarkan kata-kataku barusan.

Sudahlah…. Ayo cepat genggam tanganku! Kembalilah pada Tuhanmu, Ia pasti memberikan kau ketenangan dan jiwa yang ikhlas.

“Ya,Benar! Baiklah… terimakasih,kawan!”

Begitulah akhir kisahnya. Benarkan apa kataku? Tak mudah menemukan cinta sejati seperti dalam kisah-kisah klise Disney, terlebih lagi jika Tuhan tidak merestui. Aku hanya berharap, si gadis tidak larut dalam janji lelakinya yang menjanjikan untuk kembali. Yah, semoga lelakinya benar-benar memenuhi janjinya dan bukan hanya omong kosong yang membuat jiwa si gadis terbelenggu hanya karena menantinya. Dasar gadis bodoh… Lemah sekali dia, jika begitu jalan pikirnya! Hahaha…  

Ah, sudahlah.. tak ada habisnya. Aku yakin, Tuhan sudah memerintahkan waktu untuk menjawabnya, jika mereka berhasil.. mereka akan menjadi dua makhluk dewasa yang baru. Indah serta dewasa seperti kupu-kupu yang terbebas dari kepompongnya. Selamat berjuang! 0:)

image

Jun 13, 2011
“Dear Allah, I wanna be his future and I wish.. I could be his destiny. Amin :’(” —
Jun 8, 2011

May 2011

2 posts

May 15, 201122 notes
May 15, 20112,035 notes

March 2011

1 post

Ya Allah... :'(

Entah perasaan apa ini.

Aku hanya merasa bodoh dengan tingkahku, merasa malu, merasa tolol, dan bahkan aku merasa hampir gila! Entah hanya perasaanku saja yang terlewat kekanakkan, atau memang benar jiwaku yang mulai sakit?! huh…

Aku ingin mengontrol diriku tapi seakan ada pemicu yang membuatnya tidak dapat menghentikan suatu ledakkan dahsyat ini. Suatu pemicu yang entah mengapa sulit kuterima, sepele!!! tp kenapa?! Aku tidak dapat mengontrol tubuhku, air mataku, bibirku, dan bahkan aku tidak dapat menghentikan diriku untuk menyakiti hatinya. bodohnya aku, hanya itu yang aku sadar.

“Astagfirullah aladzim….. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Asyhaduallailahailallah, wa’asyhaduanna muhammaddarasulullah.”

Seseorang dihadapanku terus berusaha menenangkanku dengan sabar dan berusaha tenang. Aku semakin takut dengan kesabarannya, aku takut dengan perhatiannya, aku takut dengan diriku, aku takut.. aku takut sekali. Ya Allah!!! lindungi aku, dekatkan jiwaku dengan ketenanganmu, Ya Rabb…. hfh :’((

Mar 22, 2011

January 2011

1 post

Happy Belated Birthday Bhara Sexy

Hello tumblres… how’re you? I hope you’re okay right there ;)

Hm… well Ladies and Gents, In this post… I wanna say sorry to Bhara. Soalnya, gak jadi kasih surprise. hehehe :P

I write this post special for her, because I didn’t give anything on her b’day.

But, I put on my wishes into this terrible picture… cekidot ;)

I wish you like it Bhar hehehhe :)

image

Alright, that’s all my wishes for you Bharaheeee 

Tetep jadi wanita sexy luar dalem ya bhaaar  ;3

XOXO ~Mons~

Jan 28, 2011

December 2010

1 post

Hello Tumblers! It's about me, JIP, & you :D

Waaaw! bener2 udah lama banget gak ngeposting! nampaknya gue mulai malas menulis. Malam ini tiba-tiba timbul semangat baru nih. hehe..

Okeee, cerita apa ya gue? soal kehidupan kampus aja kali ya. I haven’t written about that, right? sejak gue jadi mahasiswa baru (ups?!) udah males ngeposting. 

Pertama… hari ini gue senaaaaang sekali, karena hari ini adalah hari terakhir gue menjalankan UAS. Tadi siang tepatnya jam 12 ngaret sejam (it means jam 1) gue ujian Administrasi Lembaga Informasi, salah satu matkul yg gue suka, karna pas UTS nilai gue 8,4! tanpa mencontek loh! Hahaha! yeaaay! Oke, kembali pada ujian tadi pagi, kisi-kisi dari dosen dan bahkan bantuan dari teman-teman kelas lain yang udah ujian duluan pun sangat lancar tenan. Gue hanya tinggal belajar apa yg keluar di ujian. Ya Allah.. semoga dosen gue gak baca.

Bersyukur banget gue dapet sedikit bocoran dr kelas lain yg baik bgt itu (God Bless you, folks!). Bayangkan aja! Gue gak belajar sama sekali matkul ini, karena sehari sebelumnya gue demam,batuk,pilek,beringus kuning2 gitu. iyuuuwh! flu berat. nyampe rumah cm bisa tepar berjam-jam, how pity I am =__=

Sehari sebelum UAS-ALI, gue ujian DOI & PIPI dalam 1hari. mabok banget, sumpah! ditambah kondisi gue yg lagi demam karena flu berat. Ujian berjalan cukup lancar, agak kesusahan di matkul DOI, karena kelas gue yg pertama ujian… jadi gak bisa barter sama kelas B dan C. hehe… tp Insya Allah bisa lah yaaa, amin :D

Semoga ya UAS gue mendapat hasil yg sangaaaat memuaskan! semoga IP pertama gue minimal dapet 3,0. AMIN…

Bokap gue menjanjikan sesuatu kalo gue bisa mencapai target, hehe! Please banget doain yaaaaaa, Insya Allah surga dari ALLAH deh balesannya kalo doain gue :D

Next…..

Sedikit flash back, semenjak jadi mahasiswi JIP (jurusan ilmu perpustakaan & infomasi), para senior memperkenalkan kami pada acara kompetisi pementasan theater tahunan bagi para maba-maba. Namanya Petang Kreatif (PK). Ini acara cukup bergengsi di FIB, dan pialanya sangat diperebutkan. Ajang narsis jurusan juga mungkin ya…

Selama hampir 3 bulan kita latian di balairung dari sore ampe malem, 2 minggu menjelang hari H malah sampe jam 10 atau 12 malem loh! Pasang surut semangat temen-temen juga salah satu ujiannya. Susah banget buat ngajak beberapa temen-temen untuk partisipasi, karena masing-masing punya prioritasnya. Gue juga sering banget males latian.. capek, kadang bosen. Tapi….

Hikmahnya besar banget! Jadi keliatan karateristik temen2 gue, gue bisa lebih memilih siapa yg bisa klop sama gue, jadi lebih deket sama temen2 yg tadinya jauh, eksis diantara senior2.. haha! terus, merasakan kepuasan tersendiri disaat kita abis pentas! bener2 dasyat banget rasanya! sumpah!

gue kebagian peran sebagai penari. Singkat cerita… JIP 2010 berhasil memenangkan piala juara pertama PK th ini!!! dengan cerita Ama’Tawe dan Jamur Dipo, sebuah kisah yg menggambarkan tsunami di Mentawai dan Gunung Merapi di Yogya. Kita berhasil ngeborong 6 piala. Kalo gak salah nih yaa… 1.best artistik, 2.best lighting, 3.best music, 4.Juara Umum Fesbud 5.JUARA 1 PK 2010, 6.best costume deh kalo gak salah yg terakhir. hehehe, koreksinya ya kalo salah :P

Huaaah! DEMI ALLAH, seneeeeeeng banget! Euforianya terasa berhari-hari. Seneeeeeng banget! jadi kangen buat latihan lagi. hahaha! 

Langsung perasaan cinta pada JIP tumbuuuuuh dasyat banget! hihihihi… Oke, itu tadi sekilas kisah gue dan JIP tercinta :D

Sekaraaaaang, gue lagi galau.. bingung tahun baruan mau kemana! New Year Eve udah tinggal 2 HARI LAGI! Dan gue masih bingung mau tahun baruan sama siapa. huhuhuhu :((

Oh iya… ini nih gue upload foto2 waktu PK dan sedikit pas latihan :D

5 PIALA di perpus gd.8, piala buat best music nya langsung patah,jd gak dipajang =__=

image

Menyempatkan foto sm piala! Yeah! (yg baju merah pemeran Ama’ Tawe = Mardy)

image

(kiri-kanan) Aldy ‘pembawa tubuh’, Echa ‘Penari’, Meitry ‘my best partner’, Jek ‘Dewa’, Faiz Jipi ‘Penari Air’ kaya avatar deh tariannya

image

,

H-2 udah mulai terasa CAPEK banget! mulai pada tumbang

image

Disela-sela waktu sebelum latihan, kita menyempatkan untuk nonton BABIES di Penvil dan ke Sevel Kemang. Dasar ababil…! hihihi :P

image

Okeeey, cukup sekian dan semoga terkenang sampai tua nanti

#Memories2010 mengukir kisah baru bersama keluarga baru JIP 2010, dengan status yang baru => Mahasiswa! Tak terlupakan, beneran deh….

Masa2 PSA-MABIM, Jumpa Kerabat JIP, SOTR, PK, Gosip, barter2an soal UTS & UAS, dll. Next… can’t wait for Balas Jasa! :D

Cheers Up Folks!  ;D

Dec 29, 2010

June 2010

1 post

Super Star

Night people! lagi galau nih, huhuhu. Capek cerita sama orang, tetep bakalan bikin gue bingung. Mending gue menumpahkan isi hati gue disini. Sangat menyenangkan buat gue :D

Actually, banyak hal yang akhir2 ini terjadi dalam hidup gue. Saking ribetnya, sampe gue aja ribet mau ceritanya. Kadang ada yang masuk akal, kadang ada yang bener2 sama sekali gak masuk di akal manusia normal. Kalo kisah yang satu ini, gue mau cerita dari sisi ketidak masuk akalan gue. Nahloh! ribet. I mean, mungkin kali ini gue yang gak masuk akal. hihi..

Oke, Lemme tell you fellas :)

To the point aja ya, gue lagi jeles. Mungkin bisa dibilang sangat jeles. Huhu! Masih cerita tentang pacar gue tersayang, Fadil Hamidy. Dibalik kejelesan gue ini, gue menyimpan kebanggaan yang sangat besar buat dia. Bangga karena dia serius buat meraih cita-citanya. Ya, bisa dibilang jadi penyanyi mungkin ya. You have to know guys, fadil has a very wonderful voice. ehem! pasti langsung kembang kempis idungnya tuh kalo baca. haha :P

Alhamdulillah, saat ini dia udah punya album barengan mantan sekolahnya, yaitu Sekolah Alam Indonesia (SAI). Insya Allah bakalan Launching tanggal 19 Juni nanti di TIM. Kabarnya, acaranya bakalan lumayan besar loh. Dateng ya! Oh iya, Ada RBT nya juga loh! kalo mau masang RBT nya, tanya fadilnya aja yaaa hihi :P

Then, selain itu, Fadil juga lagi serius sama bandnya, Soulitaire. Kalo mau tau gimana aliran dan qualitynya, silahkan berkunjung aja ke myspace mereka. www.myspace.com/soulitaireband

yang bikin gue jeles & was2 adalaaaaah!

yang paling pertama banget karena, di soulitaire… ada 4 personil yang salah satu diantaranya adalah perempuan. Hua! Jeles gue. Yah, namanya juga jeles. Harusnya sih gak boleh jeles, berhubung gue belom kenalan sama orang ini, dan orang ini menurut gue cukup cantik apalagi suaranya baguuuus. Huaaa! jadinya gue jeles deh. Jauh banget sama gue, walaupun tetep gue lebih cantik sih. Eh eh, tolong jangan protes ya. Ini tumblr gue, jadi suka-suka gue mau narsis juga. hihihihihi ;)

Gue baru aja kenal sama satu dari personil bandnya, namanya Adil. Pengennya sih ya kenal sama semuanya, biar gue bisa lebih menahan kejelesan ini. halah! haha. Akibatnya, gue jadi sering ngambek kalo pacar gue ini lagi latihan. Maafin ya! jeles deh sumpah, gak lebay. bener-bener murni jeles banget coy! huhu :’((

I imagine, How about… If there a case, that they have to build a chemistry on stage at their performance. huuhuhuhu! hufh. Yeah, I’ve been trying to not imagine. Honestly, it’s hard.

Oya! ada 1 orang lagi nih yg bikin gue jeles (ngeborong ye). Hmmm, tapi engga ah! entar diomelin lagi gue. Disimpan dalam hati saja deh ya :)

Tapi pastinya, saat ini gue lagi bener-bener belajar buat mengatasi rasa jelesnya. Belajar buat menjadi pacar yang pengertian. Gak mau banget deh, gara-gara gue doang nantinya pacar gue ini kerja setengah-setengah (hihi PD nya aku ini). Bisa dijitak emaknya kali ya! Pokoknya, Anything for you bebe!

Huah… udah ah, segitu aja curhatnya. Abisnya, kalo diterusin, isinya gue cuma ngomong “Gue Jeles BANGET deh sumpah!” huhuhuhuhu!

Anyway, Pokoknya doain ya biar gue gak jeles sama orang itu dan bisa beradaptasi A.S.A.P. Doain juga usaha Fadil berbuah hasil yang bagus dan sukses berkat keseriusannya. Amin!

Dedicated for the person beside me :)

image

Love you chocolaaaate! LoveyouLoveyou XOXO <3

Jun 5, 2010

May 2010

1 post

Become a Freshman of UI 2010

Firts, i wanna say BIG Thanks to Allah Swt. Thank Lord for your grace, i’m so grateful, and of course thank for the chance you gave for me. It’s really amaze me!

2nd, thanks for mom who always supported me in every good way. Always taught me to be a tough girl, to never give up, and try new things. It’s very precious to me. Thanks mom :)

3rd, my chocolate hero! hihihi. He supported me to study more, assured me that i could get it. And finally… the result is, we become a freshman at ui, together! how great it is!!! we’re in the same faculty. How miraculously, isn’t it?! :D

4th, thaaaaanks my grannies. Mamah Nia. And Mbah Eha who prayed for me and Fadil in mekkah, when she running worship umroh. Hihi, maybe these all the results of your prayers. thanks, big hug ~xoxo~

Oke now, i’m gonna show you something.. hihi :P

This is my registration card of SIMAK UI.

image

Okaaaay, and Here it is the result!!! Please, don’t underestimate to the faculty which i got!!! Because it’s not easy to get for me, not only for me. Even for smart person. Trust me! ;)

image

One thing that still i can’t believe is… Fadil & I in the SAME faculty! Wohoo!!! Thanks GOD!!! I wish, it’s the the best way from Allah. AMIN

Previously, I had a dilemma to choose between the 2 of universities.

1. University of Indonesia (UI).

Being a “Yellow Jacket” is almost everyone wants in Indonesia, Including me of course. isn’t it?? Obviously, It’s number ONE in Indonesia, students at this university are highly regarded.  Maybe,because to be its student is not easy. But, the matter for me is.. in this University, i got the faculty which I don’t really want. (so, why did i choose that faculty?? the answer is, when I filled the online form… may be, it could be just a fad). Silly me.

The faculty which i got in UI is, ILMU PERPUSTAKAAN (i don’t know actually in english). okaaay, now, let me tell you about another University.

2. London School of Public Relation (LSPR).

Initially, In this University I would to take Public Relation as my goal. Since a long time, I wanted to be on the faculty of communication. But,In the other hand, I’m so indecisive to the blessing of the Lord who gave me the opportunity to become students of the University of Indonesia. It was hard for me to choose.

“Which Should I Choose??” these words have been being a very BIG question for me, even NOW, after I decided to choose UI.

Yeah… finally, after i asked Allah & made some discussion with some people, i decided to choose UI. yeeaaah!

So, please pray the best for me folks! i wish this decision is my best. AMIN

And for MABA (Mahasiswa Baru) UI, see you soon at August if i’m not mistake. I can’t wait for that moment to be a freshman & you know… i absolutely worry to face it. hehehe! It might be MABA syndrome. Then, i wanna say Good Luck for us, new family member of University of Indonesia. Especially JIP UI, can’t wait to know you fellas ;D

May 25, 2010

April 2010

5 posts

Histeria

Raut wajah ceria terpancar beberapa hari kebelakang saat itu. Saat mengikat janji dengan teman-teman mainku yang sejak lama tak kutemui. Sungguh, rasa rindu yang mendalam untuk bercanda tawa dan berbagi cerita hal bodoh sudah amat kunanti.

Hingga satu malam sebelum hari bersenang2 bersama teman-teman datang, seseorang seperti biasa memperingatiku agar tidak pulang larut malam. Suaranya begitu berat, seakan tidak percaya padaku, seakan berlebihan, seakan aku adalah gadis yang tidak tau aturan hingga ia berkata sebegitu beratnya. Aku…aku tidak suka ini. Hal yang wajar menurutku kalau hanya memperingatiku untuk tidak pulang larut. Aku tau itu, aku sudah besar dan aku tau aturan. Ini bukan hal yang selalu sering aku lakukan untuk bertemu & bersenang2 dengan teman2ku. Tapi, begitukah caranya? Aku hanya ingin ia berkata pelan-pelan. Itu saja!

Tidak taukah dirinya, begitu senangnya aku saat itu? Hingga aku merasa kecewa akan tanggapannya yang tak seperti kubayangkan. Aku ingin ia bersikap lebih tenang saja, dan ikut merasakan kesenangan yang aku rasakan. Hingga akhirnya, dua emosi yg bergejolak pun terjadi. Berlomba-lomba agar di anggap benar. Saat itu ingin sekali aku berkata, “Kumohon! Bersikap lebih tenanglah, aku bukan gadis yang tak tau aturan. Aku lelah, kau selalu saja mengkhawatirkanku berlebihan seperti ini. Aku sudah cukup besar, dan aku tau bagaimana menjaga diriku sendiri.” Mungkin aku akan kurang sopan jika mengatakannya saat itu. hufh

Lagi-lagi aku memendamnya. Saat itu aku begitu kesal.. begitu ingin berteriak, amarahku meluap, seakan aku ingin menghempaskan tubuhku ke lantai, ingin menendang segala benda disekitarku. Akupun berteriak tanpa bisa aku mengendalikannya, “Aaaaaaaaaaaaaa! Aaaaaaaaaa! Aaaaaaaaaa! Aaaaaaa!” badanku bergetar, aku menangis meraung. Sesaat, adikku terbangun ketakutan saat melihatku. Seorang wanita berlari datang menghampiriku, panik akan diriku, memelukku. Ponselku kembali berdering, wanita itu merebutnya dari tanganku,menjawabnya. Entah apa yang dibicarakan wanita dan lelaki di ujung ponsel itu. Lalu……, ada apa dengan aku ini??

Tuhaaan, mungkinkah aku sedang tidak dekat denganmu? Mungkinkah aku sedang jauh darimu? Hingga aku merasakan suatu kehilangan, ya… aku kehilangan rasa tenang dan kosong yang hanya engkau miliki, Tuhan. Saat itu juga, aku membasuh tubuhku dengan air suci dan segera mencari ketenanganNya. Kupanjatkan doa untuk diriku, kupanjatkan doa agar hatiku ini selalu dibimbingNya, dan agar selalu dekat denganNya. Amin ya rabbal alamin.

Apr 19, 2010
“Glad to have My Blog’s new appearance :D” —
Apr 13, 2010
My Beloved

I have some beloved people in my life, and here they are :D

1st, Ninna Meilina K.D. Of course, she’s my besties since i was born. Sometimes, we debate about something which isn’t really important. Sharing and admiring some actors or singers in the same way. She’s very tough woman, even to face her unusual life. It makes me tough too. Thanks my dearest mom. How i love you so much, mom :D

image

2nd, Fadil Hamidy. My sweetest one! My beloved boyfriend. Mature person, loving, caring, a brave person, very clever, and having a very nice voice. He loves singing so much, hihi. He always tries to protect me all the way. Although, sometimes we have different perspective to some matter. But, it’s nice, we could solve it together. The special things for me are,We love travelling and loving to look for challenges. I really damn love him :)

image

3rd, Nadhira Arini. She’s my beloved best friend since in high school. Probably, We’ve been knowing for 5 years. She’s so mature and has a different way to face  her problem. How lucky i’m to know you dirot. Miss you so much :D

image

4th, Sofwa Tunissa. My teteh! She’s my cousin. My friend since i was a child and sometimes being my ‘enemy.’ haha! She’s a brave girl and may be, She’s a girl who has no shame. wkwk. We can’t meet more than a day, or she could be really my enemy. hahahaha! However, if we’re in the long distance, we will miss each other. Oh so weird. But, we’re completing. She’s my ‘trash friend’, where i won’t lie to her, we’re very open and accept each other. That’s why i won’t lie. I love you sista! :D

image

5th, Sangkan Paraning Wisesa, Gybraltar Wahyamaya, Obadiah Gavriel Arrasy. Here are my boys!!! Who are can’t bored to disturb me, and make house looks always terrible. Errgh >_< Buuuut, my life will means nothing without them. They’re very wonderful brother and handsome and clever and sucks. haha but i really really want them in every day. Love youuu little fellas! :D

With My Lil’ Prince, Gavie

image


Sangkan and Atar rode a tandem cycle 

image


Anyway, i always pray something the best for them. Of course, i wish they’ll always in God’s blessings. AMIN :D

I love you however you’re, i’ll be my best for yoooou loves :D

~XOXO~

Apr 13, 2010
“I miss my schoolmate so much! even my beloved teachers. Miss you so baaad guys :’((” —
Apr 11, 2010
1st Year Anniversary

Alhamdulillah, 4 April 2010 kemarin akhirnya genap setaun udah gue lewatin sama2 fadil. Setaun yg gak mudah buat kita. Walaupun banyak bgt hal ini itu yg mengancam hubungan kita, tp alhamdulillah kita bisa nyelesain dengan baik2. Semoga akan terus begini. Amin

Hari minggu kemaren bener2 gue seneng banget. Awalnya sih kita terancem gak ketemu, karena Paginya fadil harus try out simak ui sampe siang, dan sorenya dia basket. Begitu juga gue, siangnya ada try out simak juga dan sampe sore pula. Bener2 gak mungkin deh buat ketemu. hehe, sempet mikir fadil cuma ngerjain doang… gak taunya beneran! Lucunya lagi, fadil berfikiran sama kayak gue. Dia miki,r kalo gue ngerjain dia doang. ahaha :D

Hari itu gue nyiapin hadiah kecil2an buat dia. Hadiah yg udah dari lama sebelumnya gue pikirin. Gue bikinin dia coklat!!! hihi… kenapa coklat? soalnya fadil kaya coklat sih warnanya. hehehe! tapi tetep manis dan bisa bikin ngilangin stres gue, walaupun kadang ada rasa pait2nya dikit. justru paitnya itulah yg jadi sensasi tersendiri.

Sepulang les hari sabtu, gue belanja bahan2nya. Pake uang tabungan sendiri loh. Lagi gak punya duit banget waktu itu, makanya gue bongkar celengan gue yg udah penuh. Malemnya gue menerapkan ilmu yang gue dapet waktu nonton Farah Queen. Ibu bantuin juga sih ngasih pengarahan biar gak parah2 banget hasilnya, hehehe :D

Dark Chocolate dengan perpaduan white chocolate, didalemnya gue selipin beberapa ceri2 segar dan permen polo yg udah di ancurin kasar. ih…. yummy bgt loh!
Belom lagi, gue bikin beberapa coklat yg cerinya itu masih utuh.waaah, tp itu buat konsumsi gue sendiri. hahaha

The chocolates which i gave for Fadil. FYI, the dolls were given by fadil last year, when he asked me to be hers :)

image

It’s the chocolate with a whole cherry and crushed candies, so yummy! :D

image

Siangnya sebelom berangkat TO, gue mampir ke rumah fadil buat nganter coklat biar ga meleleh. Ternyata gue kecepetan 1jam berangkatnya. Akhirnya gue ngaso2 dulu di rmh fadil, ga niat buat nungguin fadil pulang kelar TO sih. Tapi malah jd kesampean ketemu fadil. Di rumahnya, gue ngobrol2 sama mamanya. berdua doang! ih senangnyaaaa gue sumpah! Ada cerita di balik kesenengan gue itu loh. rahasia ah hihi

Akhirnya kesampean ketemu pacar, seneng deh waktu liat dia kaget gue ada di rumahnya dan kasih dia coklat. Biasanya kan gue mesti diajak dulu, baru gue mau dateng ke rumahnya, tp kali ini gue sendirian. Gue diajak fadil buat nonton pertandingan basketnya di Pasfes bareng keluarganya. Kesempetan yg sangat LANGKA. Mau bangetlah gue! tp gue harus TO, dan to kelarnya jam 5. Dengan niat dan keteguhan hati… gue ngerjain soal2 TO dengan sangat amat turbo!!! Gue lebih cepet 2jam!!!! biasanya gue paling lelet, tp kali ini demi nonton pacar tanding gue ngerjain bener2 cepet. Eitsss… gak pake ngasal loh!!!! serius gue.

Fadil punya ade, namanya Rizka. Selama gue pacaran sama fadil, kita gak pernah ngobrol sama sekali. Nyapa aja jarang, dan ini bikin gue sedih. Beberapa orang nyaranin supaya gue banyak2 berdoa dan baca alfatehah untuk ditujukan ke Rizka biar lebih deket. Entah dia gak suka gue, atau emang dia gak gampang akrab sama orang baru. Hari itu… gue bener2 belom akrab padahal udah satu mobil dan jalan bareng. gue lebih banyak ngobrol sama Tante Mita, mamanya.

Yang lo mesti tau nih! gue bener2 doaaaaa banget sepanjang perjalanan, baca alfatehah dan memanjatkan doa yg sekhusyu2nya. Dan MAGIC!!! setelah gue mencoba mendekatkan diri, dan mencoba menarik perhatian dia dengan beberapa topik.. gue liat dia jadi bisa lebih respect ke gue! Oh Tuhan… ajaib banget. Gue seneng banget!!!

Selama pertandingan, Tante Mita heboh banget nontonnya. tereak2. Itulah yg bikin gue jadi lebih rileks… karna gue juga ikut2an tereak2an seru heboh.

Intinya, hari itu gue bahagia banget karena dengan kilatnya Allah nunjukkin keajaibannya. Padahal waktu itu jg pernah beberapa kali ketemu Rizka, tp sama sekali ga ada komunikasi apa2. Sampe di rumah nih.. gue malah smsan sma dia, gue seneng deh kita bisa sharing. Gue juga seneng banget dia gak merasa risih nanya2 ke gue tentang hal2 yg dia gak ngerti. Terus, besoknya kita twit2an, dan gue SENENG banget. Lebay banget sih ekspresi gue! tp ini nyata, gue bener2 seneng paraaah hari itu :D

Makasi ya Allah :D

Apr 5, 2010

March 2010

3 posts

Mar 7, 2010
“I’ve been learning to appreciate something from the smallest things :)” —
Mar 7, 20101 note
Sebuah Pengkhianatan Para Munafik

Beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2007 aku mengalami banyak hal yang cukup mengguncangku. Satu masalah yang cukup complicated hingga saat ini, dan mungkin hingga ku dewasa nanti. Ya ku harap tidak terjadi dan cepat berakhir.
Kehilangan seorang Bintang Hati. Seorang superstar yang sejaki kecil selalu kupuja.Seorang Bintang Hati yang selalu membelaiku, mengajariku berbagai hal, memarahiku, pernah suatu hari ia membuatkan patung gajah di salah satu sudut teras rumahku dan mengajakku bernyanyi nyanyian gajah. Karena dialah, saat itu aku menyukai gajah. Lucu sekali. Saat itu dia orang yang sangat menyenangkan, terlampau cerdas, dan berspiritual tinggi. Aku sangat bangga padanya :)

Hingga pada suatu hari ia mengajakku bertemu seorang “Distroyer” yang kini dengan hebatnya ia bisa merubah segalanya. Saat itu, kulihat sekilas senyuman orang baru ini, manis.. dan cantik… Tetapi, saat itu juga aku melihat senyuman yang tak biasa! Saat Sang Distroyer mengulurkan tangannya di kedua bahu Bintangku, jemari lentiknya memijat Bintangku perlahan. Apa ini?? Ah, andai mereka tau… Aku memang gadis labil, tapi aku tidak bodoh. Melihat tindakkan yang tak pantas. Yah, walau hanya pijatan!!! tapi itulah awal dari segala permasalahan. Sayangnya… seorang lelaki kecil lugu duduk disampingku, lelaki kecil yang tidak mengerti apa2 saat itu pun memperhatikan mereka. Apa ya yang lelaki kecil ini pikirkan saat itu?? apakah sama denganku?

Ah tidaaaak… aku terdiam, melihat sekeliling. Aku cemburu. Tiba-tiba aku ketakutan, kalau saja ia merebut Bintang Hatiku! entah, itulah yang terlintas. Aku langsung teringat pesan singkat yang kutemui di suatu hari penting bagi kami semua dan pesan itu bermakna tidak biasa antara mereka. Dengan penuh kekhawatiran.. bersamaan, kami.. ya Aku dan Cahaya Hatiku membacanya. Ia gemetar dan… pipinya basah. Sejak saat itulah aku selalu berusaha ‘Waspada’.

Saat itu aku adalah remaja yang sangat labil, mengingat Bintang dan Cahayaku kian meredup. Aku bagai air di atas daun talas, yaap.. terombang ambing. Beruntungnya aku… Sang Ilahi menaruh sebuah mangkuk kosong yang siap setiap saat untuk menampungku di bawah daun talas itu, hingga aku dapat terjun ke dalamnya dan mengisinya :)

Aku terlalu polos saat itu, berkali-kali hampir kuredupkan Sang Cahaya Hati atas egoku. Perasaan bersalah pun muncul bergejolak. Lagi2… mangkuk itu menampungku. Menampung candaku, tangis, amarah, kebencian, dan cinta. Beruntungnya aku. Kusadari, tak hanya aku yang beruntung! Cahaya Hatiku juga memiliki teman yang juga siap memberikan sedikit cahayanya agar Cahaya Hatiku tidak meredup. Mereka hampir telah menjalani hidup bersama sejak kecil hingga saling menerangi satu sama lain. Oooh… betapa aku juga menyayangi temannya ini saat itu,bagaikan Cahaya Hatiku yang lain. Terimakasih


Pada suatu hari, saat yang paling aku takutkan tiba…..Saat2 dimana Bintangku tidak diterangi oleh Cahaya Hatiku.”Ooooh Tuhan! Apa aku bermimpi?? Kumohon… Kembalikan Bintangku, Tuhan.. Bintang yang selalu diterangi Cahayanya yang abadi. Akankah engkau menggantikan Cahaya Hatiku dengan Cahaya lain padanya?? Akankah Cahaya itu seindah Cahaya Hatiku?! Tidak. Ya, tidak akan pernah ada cahaya lain yang bisa menggantikan keindahan & ketulusan Cahaya Hatiku. Aku bersumpah.”

Curahan hati terdalamku pada Sang Ilahi saat itu -_-

Percaya atau tidak, tak hanya Bintangku yang kian menjauh dari hidupku dan hidup Cahaya Hatiku. Entah Apa dan Siapa yang memindahkan mangkuk-ku?? dan Entah mengapa, bersamaan dengan semuanya… persahabatan antar Cahaya Hatiku kian meredup. entah mengapa?! aku bertanya pada diriku,”Apa salahku, Tuhan?”

“Salahkah aku tidak ingin Bintangku pergi untuk mencari Cahaya lain??”

“Apa salah Cahaya Hatiku hingga Bintangnya dan Persahabatannya kini meredup??”

“Apa yang membuat Mangkuk itu hilang, bersamaan dengan Cahaya Kelam yang telah meninggalkan Cahaya Hatiku?!”

Tak habis fikir…. bisa2nya dua orang yang bersama2 mengalami masa kanak2,remaja, hingga dewasa kini.. bisa dengan mudah melupakan dan mengkhianati sahabatnya. Yaaa… Mereka meninggalkan Aku dan juga Cahaya Hatiku. Meninggalkan kami disaat kami membutuhkan teman berbagi Keperihan yang mendalam. Keperihan yang jarang dirasakan oleh setiap orang. Oh, mungkin mereka melakukan ini karena mereka tidak paham rasanya. Kehilangan Sang Bintang atas egonya. Kehilangan Sahabat yang ternyata menghkhianti kami! di saat yang bersamaan.

Siapa sangka…. Sang Mangkuk Emas dan Sang Cahaya Kelam bercanda tawa, berbahagia atas bersatunya Sang Bintang dan Sang Distroyer. Apa sebenarnya yang ada di fikiran kalian? Sedangkan, saat itu, Cahayaku merasa teriris dengan beban yang di panggulnya. Merasa seperti orang tak berguna yang di injak2 oleh kaki-kaki sampah kalian!

Omong Kosong kalian bahwa masih menyayangi dan ingin berbagi dengan kami?! hahahaha!!! kenapa?? Kalian sudah merasa di injak-injak juga oleh Sang Bintang Pujaan kalian itu??!! Sehingga ingin kembali pada kami, dan nantinya kalian akan kembali menginjak2 kami dengan kaki-kaki sampah itu?? Tak usah dielak lagi…..

Terlalu banyaaaak cerita dan bukti2 menyakitkan yang kulihat dan kudengar sendiri.

Sang Kuasa menunjukkan kuasanya! menjauhkan kalian orang2 munafik dari hidup kami. Bahagianya aku…. Sungguh, sangat aku berterimakasih pada Sang Ilahi.

Dulu… disaat Cahayaku tak bosannya menitikkan air mata, Cahaya Kelam itu dengan manisnya memeluk dan menghiburnya. Kini, Sang Cahaya Kelam melakukan hal sama pada Sang Distroyer. Mereka saling berbagi. haha berbagi?? apa mereka benar2 mengerti arti berbagi setelah sebuah pengkhianatan2 yg mereka lakukan??

Oh aku mengerti! Ya, mereka berbagi kemunafikan, kepalsuan, Keangkuhan, dan Berbagi hati mereka yang panas atas kebahagian Aku dan Cahayaku saat ini.

Bintangku? Bagaimana dengan bintangku?? Aku tidak melihatnya seperti yang dulu. Tak ada lagi cintaku dan rasa bangga untukknya. Meski ia memberikan harta yang melimpah padaku, dan menunjukkan berbagai karya-karya yang ia hasilkan.

Ia bukan kebanggaanku lagi! Ia bukan Bintang Hatiku lagi. Hanya orang lain yang kini terpaksa harus kuhormati, karena… karena… karena aku darah dagingnya. hufh…

2 tahun.. mungkin, hampir 3th aku merasa kecewa yang begitu dalam pada kalian! Setelah beberapa tahun itu, akupun beranjak semakin matang. Belum, aku belum dewasa.. tetapi aku semakin matang. Maka akupun semakin memahami makna sebuah Persahabatan, arti sebuah cinta.. arti sebuah kesetiaan.. arti kejujuran.. dan arti seorang Cahaya Hati bagi hidupku.

Mungkin Sang Ilahi ingin mengungkapkan kebenaran sebuah pengkhianatan yang telah di buat oleh Sang Bintang pada semua orang, termasuk kalian para pengkhianat! Tuhan menitipkan sebuah Anugerah yang sangat berharga dalam hidup kami. Ya, hidupku begitu juga hidup Cahaya Hatiku.

Betapa terkejut bahagia aku saat Sang Cahaya Hati memberi tahuku akan hal bahagia ini. Tapi… ada sebuah kalimat yg sangat tak pernah kubayangkan, saat ia berkata,”Aku hanya beritahu kau saja. Tolong jangan beritahu yg lain dulu. Aku takut.”

Ternyata, Cahayaku sedang bersedih hati. Ia tak percaya, Anugerah itu datang di saat Sebuah perpisahan yang mungkin akan segera datang saat itu. Perpisahan di depan mata. Akankah perpisahan itu tetap terjadi? Akankah Sang Bintang juga merasakan kebahagian atas Anugerah Tuhan ini? Saat itu, Sang Cahaya Kelam masih mendampingi dan memeluk Cahayaku untuk berbagi, dan Cahayaku pun merasa lebih baik di sampingnya. DULU…

Lagi-lagi aku tak habis fikir atas tindakan orang2 dewasa saat itu. Perpisahan tetap terjadi. Meskipun Tuhan mengirimkan Anugerah pada mereka. Cahayaku dimainkan perasaanya saat itu. Aku tau.. mungkin Tak hanya salah Bintangku,tetapi juga Sang Cahaya. Mungkin sudah tak ada kecocokkan, dan tetapi inti pokok dari perpisahan ini sudah dipastikan bahwa ada Sang Distroyer yang memang dijanjikan atas perpisahan ini oleh Sang Bintang. Tuhan membuktikannya padaku  atas pesan singkat yang sengaja kubaca. Satu hal yang aku tak sangka adalah, ternyata Sang Distroyer masih memiliki Pemimpin dalam hidupnya. Tuhaaaan, apalagi ini?

Aku mengerti masalah ini.Masalah orang ketiga. Aku juga sudah merasakan bagaimana rasanya pahit manis percintaan, walau tak sedalam mereka. Tetapi, mengapa harus menyakiti dan menghakimi Cahayaku seenaknya??

Ia mengaku seorang spiritualis. Tapi apakah begitu tingkah seorang spiritualis pada pendampingnya? Bukankah seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yan mencintai & menghargai pasukannya? Tapi hingga saat ini ia bertingkah bagaikan koran berjalan yang mengumumkan keburukan Cahayaku dengan berlebih2an. Memfitnah Cahayaku. Memfitnah keluarganya. Ahhhh!!! Aku tak percaya… tapi, aku melihatnya sendiri. mendengarnya sendiri. Sehingga aku panas! Ingin sekali aku membalasnya seperti yang ia lakukan pada Cahayaku!!! Mengapa kalian para munafik hanya diam saja?? kalian percaya? begitukah figur guru dimata kalian???? Oh Tuhaaaan… bukakanlah mata hati mereka, agar hanya meresapi kebaikan dan ilmu-Mu yang kau titipkan pada Sang Bintang. Jangan biarkan mereka meresapi keburukkannya. Amin ya rabbal alamin.

9 bulan kami menanti kehadiran Sang Kaki Mungil. Aku dan Sang Cahaya, begitu juga 2 pasang kaki-kaki kecil yang akan bertambah menjadi 3 pasang kaki kecil. Betapa sempurnanya hidup kami. Meski tak ada Bintang lagi yang seharusnya juga merasakan kebahagiaan ini. Bahkan, Bintangku tak peduli pada awalnya.. hingga ia terpaksa harus peduli pada calon pemilik Kaki Mungil itu. Betapa kuatnya Cahayaku, berjuang untuk melawan perasaan sedihnya dan juga pengkhianatan beberapa sahabatnya!!!

Mungkin para munafik itu tak percaya, dan terkejut atas ceritaku ini. Mengapa aku berkata seperti ini?? Mungkin kalian para pengkhianat tidak tau betapa kejamnya permainan Sang Bintang, sehingga kalian pun masih tunduk sampai mungkin bersimpuh padanya. Betapa hinanya kalian. Bergantung pada makhluk ciptaan Sang Khalik?? Jangan mengelak, hei para Sampah!!! Ya itulah pengakuan kalian sendiri, bukan?? Bukankah seharusnya kalian bergantung pada Sang Khalik?? Lucu sekali, lelucon apa ini? Apakah guru besar kalian mengajarkan untuk bergantung padanya?? kurasa tidak…

Sungguh bukti kalian hanyalah Sampah yang tidak berdaya dan dapat di buang dan di injak-injak kapan saja oleh Sang Bintang dan Distroyernya.

Tuhan, yang meyakinkan kami atas segala mukjizat yang Ia berikan pada kami untuk membuktikan segala kepalsuan kalian para munafik! termasuk permainan palsu Sang Bintang.

Apa, kalian fikir ini hanya omong kosong?? Hei…. buka mata hati kalian! Kalian ingin bukti? Aku tak segan-segan membuktikan satu bukti yang sangat kuat betapa hinanya Sang Bintang dan Distroyer-nya itu!!! 

INI NYATA!!! aku tidak ingin hidup di atas kepura-puraan seperti wajah-wajah palsu kalian. 

Hufhhh, Ah sudahlah. tak akan ada habisnya.

Beberapa waktu lalu, Sang Mangkuk meminta maaf padaku. Apa harus aku memaafkannya? Semudah itukah? Bahkaaaan, ia saja tidak tau apa kesalahannya! Seharusnya ia mengerti setelah membaca ini.

Bukan karena Sang Mangkuk pergi jauh untuk menuntut ilmu di luar kota sehingga tak lagi punya waktu berbagi untukku. BUKAN. Kalian para pengkhianat, harusnya lebih mempelajari untuk menghargai hal kecil. Kalian pikir semua tindakan kalian lucu? Sperti memiliki 2 kepribadian. Berbicara & bertingkah beda di depan & di belakangku.

Hasil Kilatan cahaya blitz beserta lensa2nya lah yang membuktikan pengkhianatan kalian. Begitu juga tindakan kalian. Tak malunya kalian bermesraan dengan Sang Distoyer, memperlakukannya bagaikan permaisuri dan kalian adalah budak! Kalian tak peduli perasaan Cahayaku saat itu. Bahkan Sang Cahaya Kelam dan Mangkuknya tidak pernah sedikitpun menghampiri Aku dan Cahayaku hingga saat ini. Menanyakan dan bermesraan dengan kami lagi saat itu hingga saat ini. Mereka tidak peduli. Sebuah Kebohongan kalau kalian bilang peduli pada kami. SAMPAH. Mungkin, kalianpun malah hanya akan membawa perasaan malu & bersalah saat bertemu kami nanti.

Camkan baik2, Kami sudah tidak perlu itu lagi. Tidak butuh pelukan hangat dan kata2 manis buatan kalian kalau ternyata hanya Sebuah Kemunafikkan. Kami sudah cukup berbahagia atas kepergian kalian. Itu saja.

Kalian bisa melihat sendiri, betapa adilnya Sang Ilahi mengirimkan orang2 baik pada kami yang InsyaAllah tulus untuk berbagi bersama kami.

Jika kalian memang bertekad atas segala perkataan sampah kalian itu, kalian seharusnya bisa membuktikannya! Tapi kalian belum mampu, dan bahkan mungkin kalian juga merasa sudah tidak penting lagi untuk meminta maaf, untuk peduli, untuk berbagi dan membuktikan sikap kalian. Sudah lewat… itulah mungkin yg difikiran kalian saat ini. Mungkin. Tidak hanya aku yang tersakiti, tetapi juga Cahayaku dan keluargaku yang lain. Karena kalian para munafik!!!

Semoga kalian memahaminya. Terimakasih.

Mar 7, 2010

September 2009

1 post

I'm NEW!

Hello, it’s the 4th blog which i made. hehe, yeah i often not really consistent to every my blogs. But, i love blogging.. but i easy to bored. that’s why i made the new one.

Okay, My Name’s Essenza Quranique Bachreisy. I’m Indonesian.

I live in Telaga Golf, Depok. Please, come to my home if you want. hihi

I’m 16th years old. I’m graduated from School of Universe at 2009. I haven’t been being a student of college, but i will. i will following the test of some colleges.

I hope i could get the best college. The majority, i wanna take The Public Relation.

I interested to radio broadcasting. Two months ago I was Internships in Bola Liar Streaming Radio. And before that, I also had some internships on commercial radio in Jakarta, Bogor and Depok. It was very fun!

I wish i could be a Broadcaster :D

Okay… that’s all about me. I’ll share everything in here. So just visit my blog if you wanna share together. It would be fun, right?! :D

Please Enjoy My Fairytale Story, folks ;)

Sep 17, 2009
Next page →
2011 2012
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November 2
  • December
2010 2011 2012
  • January 1
  • February
  • March 1
  • April
  • May 2
  • June 4
  • July
  • August
  • September
  • October 1
  • November
  • December
2009 2010 2011
  • January
  • February
  • March 3
  • April 5
  • May 1
  • June 1
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December 1
2009 2010
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September 1
  • October
  • November
  • December