Cinta…
Dalam benak kubertanya, apakah benar suatu cinta dapat abadi? Seperti cerita dongeng turun temurun dari nenek-kakek, ataupun kisah klise princess cantik di Disney.. Hampir semuanya memiliki kisah dengan akhir bahagia dan cinta mereka abadi selamanya. Hahaha… Come on —___—
Dapatkah sebenarnya kita temui yang seperti ini di kehidupan yang sangat nyata? Cinta yang murni tanpa embel-embel apapun itu. Langka mungkin.. Maka, saya ucapkan selamat bagi Anda yang juga memiliki kisah bahagia seperti Princess di Disney, karena itu mungkin saja sudah sangat langka. Saya tidak tau tepatnya.
Sebuah kisah tentang seorang gadis dan lelaki yang mengikat janji dan berharap untuk bersama selamanya dalam waktu 5 tahun lagi. Waw! Gila… Hebat sekali kalau mereka dapat melalui itu tanpa rasa bosan atau apapun. Yah, tetapi yang terjadi, harapan hanya tinggal harapan, berbagai ujian dari Tuhan harus ditempuh.
2 tahun mereka tempuh bersama dan sangat saling mencintai, seperti dalam kisah dongeng, begitu indah meskipun mungkin mereka mengalami banyak ujian, tapi mereka bertahan. Nice, guys! Berbagi cerita, berbagi kaos dan ongkos, berbagi tawa dan sedih, berbagi tipu muslihat, bahkan berbagi Indomie dalam satu mangkok. Sungguh hubungan partner in crime yang sangat menyenangkan bagi keduanya.
Tapi, pada suatu hari…
Si gadis merasa gusar serta curiga, hal yang biasa dirasakan oleh pasangan kekasih yang telah menjalin hubungan cukup lama. Ia merasa si lelaki tidak lagi merasa bahagia dengannya. Ah… kenapa kau berpikir seperti itu wahai gadis?
Si gadis merasa bahwa kini mereka tak lagi sering berbagi. Berbagi cerita dan mimpi. Mungkinkah lelakinya sedang jenuh padanya? Si gadis terus bertanya-tanya, kini intensitas mereka berkurang, itu yang dirasakannya. Beberapa kali si gadis bertanya pada lelakinya, “Sayang, ada apa dengan dirimu? Pernahkah kau merasa jenuh padaku selama ini? ” si lelaki berpikir sejenak dalam diam dan Ia lontarkan kembali pertanyaan itu pada si gadis, kemudian Ia menjawabnya setelah si gadis yang terlebih dahulu menjawab bahwa Ia belum pernah merasa jenuh pada lelakinya, kemudian si lelaki juga menjawab demikian. Hmmm… Baiklah
Perasaan si gadis ini tidak hilang begitu saja. Ia ragu, apakah benar lelakinya tidak pernah jenuh padanya? Pada akhirnya Ia kembali mencoba untuk mengungkapkan prasaannya pada lelakinya. Ia bertanya, “Dapatkah kita memiliki waktu berkualitas untuk berbagi bersama seperti dahulu? Kau sibuk dengan urusanmu hingga lupa padaku. Aku tidak melarangmu untuk apapun, hanya ingin waktu berkualitas untuk berbagi.” Emosi pun mulai memainkan perannya. Si gadis dan lelakinya diam dalam emosi. Emosi yang dipendam dalam waktu. Gelisah pun menyeruak, si gadis tak tau dimana lelakinya saat itu. Ia menangis tanpa henti, awal minggu di bulan Juni yang diharapkan penuh kasih sayang dan mimpi, ternyata berubah menjadi tangis air mata. Berhari-hari si gadis menangis tanpa lelakinya.
Beruntunglah Ia memiliki sahabat-sahabat yang tulus dan mau berbagi tawa padanya. Bersyukurlah hei kau gadis…..!
Seminggu si gadis menunggu kekasihnya kembali, air mata dan ledakan emosi tak dapat diredam lagi. Waktu pun ikut memainkan perannya. Ia berharap lelakinya juga merindukan dirinya. Semoga saja…
Berbagai upaya dilakukan si gadis untuk membuat lelakinya bicara dan kembali. Membuatkannya makanan sederhana, mencarinya, menangisinya, menghubunginya. Semua itu hanyalah cara2 konyol yang pada akhirnya hanya menjadi rencana sampah yang tak berarti.
Meski begitu…. Tuhan sayang pada pasangan ini hingga Ia kembali mempertemukan mereka.
Emosi kembali memainkan perannya. Oh astaga… keadaan runyam. Lelakinya tak ingin lagi bersama si gadis, Ia berkata bahwa ia ingin fokus pada impiannya, sebuah mimpi yang luar biasa. Si gadis semakin tak kuat menahan air di matanya yang terus memaksa untuk mengalir. Salahkah permintaannya waktu itu? Sehingga ini jalan satu-satunya yang dapat dipilih? Si lelaki memilih berpisah tetapi juga memberikan harapan untuk tetap dapat bersama dan berbagi dalam 5 tahun lagi.
Hahahahaha… gadis bodoh, ayolah.. tak usah larut. Dunia yang sangat indah menantimu di depan sana. Si gadis kembali bertanya-tanya, “Masih layakkah aku berharap untuk memenuhi mimpi kami 5 tahun lagi? Perlukah aku menunggu sebuah kisah yang tak pasti? Benarkah lelakiku masih mengharapkan aku untuk menjadi putri dalam singgasana hidupnya? Pada siapa aku harus bertanya? Apa tidak cukup dukunganku untuk mimpinya selama ini? Tidakkah ia sadar itu??? Bukankah lelakiku dahulu membatasi hampir segala aktifitas dan pergaulanku? Mengapa ia begitu marah, padahal aku hanya meminta kualitas waktu untuk berbagi, bukan melarang-larangnya???”
Hey hey tenang…. kontrol emosimu.. santai saja,hey bodoh.
Mata si gadis menghitam karena kurang tidur, menangis, diam, melamun, nafsu makan pun hilang, menciumi foto,gambar,serta boneka pemberian lelakinya. Ia memeluki segala atribut dari si lelaki. Dasar gila -__-“
Kau benar-benar gadis bodoh.. mempertaruhkan kebahagiaan hanya untuk lelaki yang mungkin saja saat ini tidak sudi lagi memikirkanmu?! Dasar gila…. Hey, Tidakkah kau pernah belajar KETUHANAN sehingga lelakimu itu menjadi Tuhan dalam dirimu?? Ayolah… kemana Tuhanmu?? Bergantunglah pada-Nya sehingga sekeliling matamu tidak akan menghitam lagi…
Si gadis terdiam dalam lamunan, kembali berfikir dengan logikanya, membenarkan kata-kataku barusan.
Sudahlah…. Ayo cepat genggam tanganku! Kembalilah pada Tuhanmu, Ia pasti memberikan kau ketenangan dan jiwa yang ikhlas.
“Ya,Benar! Baiklah… terimakasih,kawan!”
Begitulah akhir kisahnya. Benarkan apa kataku? Tak mudah menemukan cinta sejati seperti dalam kisah-kisah klise Disney, terlebih lagi jika Tuhan tidak merestui. Aku hanya berharap, si gadis tidak larut dalam janji lelakinya yang menjanjikan untuk kembali. Yah, semoga lelakinya benar-benar memenuhi janjinya dan bukan hanya omong kosong yang membuat jiwa si gadis terbelenggu hanya karena menantinya. Dasar gadis bodoh… Lemah sekali dia, jika begitu jalan pikirnya! Hahaha…
Ah, sudahlah.. tak ada habisnya. Aku yakin, Tuhan sudah memerintahkan waktu untuk menjawabnya, jika mereka berhasil.. mereka akan menjadi dua makhluk dewasa yang baru. Indah serta dewasa seperti kupu-kupu yang terbebas dari kepompongnya. Selamat berjuang! 0:)
